Notification

×

Iklan

Iklan

Pelatih Persis Solo Ungkap Banyak peluang, Meski Kalah dengan PSS Sleman 2 – 0 di Kandang

Wednesday, 6 November 2024 | 13:18 WIB Last Updated 2024-11-06T06:23:21Z
"Striker Persis Solo Ramadhan Sananta ketika berjibaku jatuh bangun dengan pemain PSS Sleman di lanjutan Liga 1 BRI Indonesia"/Foto : Redaksi


RADARDETIK.ID - Muhammad Hanafing, pelatih Persis Solo, menjelaskan alasan kekalahan memalukan timnya dari PSS Sleman pada pertandingan pekan ke-10 BRI Liga 1 2024/2025. Persis Solo kalah dari PSS Sleman dengan dua gol tanpa balas dalam pertandingan yang dimainkan di Stadion Manahan, Solo, Minggu (3/11/2024) malam WIB.


Pada babak kedua, tim tamu mencetak dua gol. Gol pertama dibuat oleh Elang Jawa melalui sontekan Fachruddin Aryanto (57'), dan gol kedua dibuat oleh Danilo Almeida (82'). Hanafing sangat menyayangkan bahwa anak asuhnya gagal memanfaatkan beberapa peluang emas. Meskipun demikian, ia memberikan penghargaan khusus kepada kiper lawan yang bermain dengan baik.


Sayangnya, beberapa peluang sudah ada di babak kedua, tetapi tidak beruntung. Tiga gol seharusnya terjadi dari catatan saya. Seusai pertandingan, Minggu (3/11/2024), Hanafing mengatakan, "Tapi kiper lawan juga tangguh."


Hanafing mengakui bahwa meskipun Laskar Sambernyawa melakukan kesalahan di area pertahanan, mereka tetap mencetak dua gol. Ini adalah kesalahan yang menghukum tuan rumah.


Sayangnya, kami tidak dapat mengharapkan set-piece yang mengganggu fokus pemain belakang kami. Menurut pelatih berusia 61 tahun itu, kegagalan kedua tim adalah hasil dari kesalahan individu.


Jadi, kami melakukan kesalahan dengan dua faktor tersebut. Menurut pandangan saya tentang lawan mereka tadi, PSS Sleman ingin bermain dengan aman. Tetapi kebetulan dapat set-piece yang bisa dimanfaatkan dengan baik,” lanjutnya.


Selain itu, pelatih yang berasal dari Makassar ini menekankan bahwa permainan anak asuhnya terlalu monoton dan tidak memiliki tingkat kreativitas yang tinggi. Ini juga terjadi ketika Persis Solo menggunakan taktik bola mati.


Dia menyatakan, "Saya sudah memberi tahu staf pelatih bahwa, jika ini terjadi permainan seperti ini, set-piece yang akan menentukan kemenangan. Kami sebetulnya banyak mendapatkan set-piece, tetapi itu masih belum banyak variasi."


Meskipun kiper dan bek lawan berdiri tinggi, kami tetap memainkan bola lambung. Oleh karena itu, masih ada banyak hal yang harus diperbaiki. Menurut pendapat saya malam ini kami bisa memenangkan pertandingan.


Sementara itu, bek Persis Rian Miziar mengakui bahwa saat timnya menghadapi situasi bola mati, mereka kehilangan fokus. Kubu lawan dapat memanfaatkan momentum untuk memanfaatkan peluang.


Rian Miziar menyatakan, "Saya sebetulnya menikmati pertandingan babak pertama. Kami hanya tinggal menunggu momen terciptanya gol. Saya sampaikan ke rekan-rekan kalau saya sangat yakin jika menang."


Menurutnya, gol pertama terjadi ketika pemain lawan lepas dari penjagaan. Saat PSS unggul, mereka bermain menunggu dan akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol dari kesalahan kami.



×
Berita Terbaru Update