Jum'at 4 Apr 2025

Notification

×
Jum'at, 4 Apr 2025

Iklan

Iklan

Pasangan Gubernur Jawa Tengah Luthfi-Yasin di Prediksi Sulit Menang Meski Jokowi Turun Tangan

Monday, 18 November 2024 | 19:47 WIB Last Updated 2024-11-18T12:49:58Z
"Mantan Presiden RI Joko Widodo ketika melakukan Kampanye Calon Gubernur Ahmad Luthfi - Taj Yasin"/Foto : Redaksi


RADARDETIK.ID - Meskipun Joko Widodo (Jokowi) pergi jauh untuk menghadiri kampanye Ahmad Luthfi-Taj Yasin, calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2, dalam Pilkada Jawa Tengah, pasangan tersebut masih memiliki sedikit peluang untuk menang.


Jamiluddin Ritonga, analis politik dari Universitas Esa Unggul, menyatakan hal ini kepada wartawan pada Minggu, 17 November 2024. Jamiluddin menyatakan bahwa birahi politik Jokowi untuk memenangkan Luthfi-Yasin tampaknya akan sulit, karena tren elektabilitas Luthfi-Yasin saat ini cenderung stagnan, sementara Andika-Hendi cenderung meningkat.


Dia menyatakan bahwa meskipun Jokowi telah turun untuk mengkampanyekan Lutfi-Yasin, sulit untuk mendorong elektabilitas keduanya. Jamiluddin menyatakan bahwa kehadiran Jokowi dalam kampanye Luthfi-Yasin tidak akan begitu saja dapat menyalip elektabilitas Andika-Hendi.


Menurut survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Andika Perkasa-Hendrar Prihadi unggul di Pilkada Jawa Tengah daripada Ahmad Luthfi-Taj Yasin. Menurut Deni Irvani, Direktur Eksekutif SMRC, pada hari Sabtu (16/11), "Andika-Hendrar mendapat dukungan 50,4 persen dan Luthfi-Yasin 47 persen. Masih ada 2,6 persen yang belum menentukan pilihan."


Presiden ke-7 Joko Widodo harus memberikan keteladanan yang baik dan meniru pendahulunya yang tidak ikut kampanye pada Pilkada. Ini disampaikan oleh Muslim Arbi, Direktur Gerakan Perubahan, pada hari Sabtu, 16 November 2024, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, sebagai tanggapan atas Jokowi, yang berpartisipasi dalam kampanye pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin, calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 2.


Muslim mengatakan pada hari Minggu, 17 November 2024, bahwa Jokowi seharusnya meniru mantan Presiden Megawati dan SBY yang tidak ikut kampanye pilkada.


Dia kemudian bertanya, "Apakah karena mereka sudah nganggur dan tidak memiliki pekerjaan sehingga mereka mencari kesibukan?" Muslim mengingatkan bahwa Jokowi seharusnya melakukan ketauladanan dengan menahan diri dari penundaan kampanye pilkada.


Muslim menyimpulkan, "Meskipun kampanye turun, pengaruhnya tidak besar lagi. Apalagi ASN TNI/Polri bisa menerima sanksi pidana."



×
Berita Terbaru Update