![]() |
"Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Megawati Soekarno Putri dikabarkan dalam waktu dekat akan bertemu"/Foto : Redaksi |
RADARDETIK.ID - Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, Senin (7/10), bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memiliki wewenang strategis untuk mengatur pertemuan dengan Presiden terpilih dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Namun, Hasto menegaskan bahwa Megawati dan PDIP memiliki semangat persahabatan yang bertujuan untuk mendukung Prabowo dan membangun bangsa. Untuk kemajuan negara, kami menciptakan semangat persahabatan. Hasto menyatakan bahwa masalah seperti deflasi pangan dan penurunan daya beli kelas menengah harus menjadi perhatian kabinet Pak Prabowo.
Hasto jelas berpendapat bahwa pertemuan antara Megawati dan Prabowo pasti akan menguntungkan, karena keduanya telah bekerja sama sejak lama. Bahkan, Megawati pernah menjadi capres berpasangan dengan Prabowo dalam pemilihan presiden 2009. Tidak ada masalah bagi Bu Mega dan Pak Prabowo, jadi pertemuan itu bagus. Hasto menyatakan bahwa semua pihak harus bekerja sama untuk kepentingan bangsa dan negara, bahkan ketika kedua partai bekerja sama dalam Pilpres 2009.
Apapun jenis demokrasinya, ada kebutuhan akan keseimbangan. PDIP juga membutuhkan kritik, tetapi PDIP akan mengutamakan kepentingan bangsa. Hasto menyatakan bahwa komunikasi politik secara intes sedang dilakukan saat ditanya tentang tanggal pertemuan. Hasto menyatakan, "Partai sedang dalam proses konsolidasi. Yang jelas ada koneksitas psikologis koneksitas secara historis."
Saat ditanya tentang kemungkinan kerja sama PDIP dengan pemerintahan Prabowo, termasuk kemungkinan menteri dari PDIP, Hasto menjawab dengan jawaban berikut. Kami menghargai keputusan karena presiden adalah menteri progratif. Dia menyimpulkan, "Melihat kesulitan yang ada, diharapkan kabinet profesional, zaken kabinet yang menyelesaikan kesulitan ke depan."
Keinginan Prabowo untuk bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, tampaknya akan segera terwujud, setelah menunggu selama dua tahun. Menurut Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika, kemungkinan pertemuan antara dua tokoh bangsa ini akan berlangsung sebelum 10 Oktober 2024.
Semakin banyak orang yang berusaha untuk mengatur pertemuan antara Prabowo Subiant dan Megawati, presiden terpilih, sebelum pelantikannya pada 20 Oktober. Yunarto menyatakan bahwa ia mendapatkan bocoran bahwa pertemuan ini akan berlangsung jauh sebelum tanggal tersebut.
Diakui bahwa peran Puan Maharani sangat penting dalam pertemuan ini. Namun, Yunarto tidak tahu apakah pertemuan Megawati dan Prabowo hanyalah silaturahmi atau ada tujuan lain, seperti bergabung dalam pemerintahan Prabowo.