![]() |
"Prosesi pemakaman Polisi yang dibakar oleh istrinya Polwan"/Foto : Detik News |
RADARDETIK.ID - Motif Brigadir FN (28), anggota Polisi Wanita (Porwan) Polres Mojokerto, adalah membakar suaminya, Brigadir RDW (27), anggota Polsek Jomban. Sebab, ia marah karena korban sering mengikuti Judi Slot Online.
“Motif dibalik kasus ini adalah adik dari almarhum Brigadir RDW sering mengeluarkan uang untuk belanjaan yang seharusnya digunakan untuk menghidupi ketiga anaknya.”, kata Direktur Humas Polri Dilmanto, Minggu (9/6).
Berdasarkan hasil penyelidikan pihak berwenang, peristiwa pembakaran tersebut bermula dari pertengkaran sepasang suami istri pada Sabtu (6 Juni 2024). Saat itu, Ibu FN bertanya kepada suaminya tentang gajinya yang ke-13, yang tersisa hanya Rp 800.000., Dia juga bertanya kepada suaminya bagaimana dia akan menggunakan gaji 13 hari kerjanya.
Namun, sebelum terjadi tawuran, FN ternyata sudah membeli bensin dalam botol plastik dan membawanya ke rumahnya di Mapolsek. Ibu FN mengambil gambar botol bensin dan mengancam suaminya akan membakar anaknya jika RDW tidak kembali.
Sederhananya, pertengkaran di antara pasangan tersebut tak terelakkan hingga menyebabkan FN membakar korbannya.
“Ya, perempuan itu kesal karena perbuatan almarhum sedemikian rupa sehingga menghabiskan uang yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga untuk perjudian online,” kata Dillmanto.
Akibat kejadian tersebut, RDW mengalami luka bakar hingga 96% di sekujur tubuhnya. Korban sempat dirawat di RSUD Mojokerto, hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu pekan lalu. FN kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sejauh ini FN didakwa melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), namun aparat penegak hukum masih melakukan penyelidikan. Alasan lain mengapa wanita berperilaku seperti ini adalah karena sindrom baby blues terjadi pada ibu yang baru saja melahirkan.
Gangguan mood atau psikologis yang mungkin terjadi pada ibu setelah melahirkan. Syndrom Baby Blues merupakan bentuk Kecemasan dan kesedihan yang berlebihan. Pada kondisi ini, ibu menjadi mudah tersinggung, sedih, menangis, dan lelah tanpa sebab yang jelas.